Option Health Mr. Hendes

Option Health Mr. Hendes

Tampilkan postingan dengan label Differences. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Differences. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Mei 2019

Proses Pemeriksaan Ketajaman Visus (Penglihatan) Mata [Autorefractometer]

Mei 13, 2019 0
Saat ini sudah ada alat khusus yang dapat mengukur ketajaman visus atau penglihatan mata Anda secara langsung. Alat yang disebut sebagai autorefractometer ini sudah banyak tersedia di berbagai klinik mata serta toko optik. Namun, pemeriksaan ketajaman visus mata secara tradisional tidak boleh sampai dilupakan. Bagaimana, sih, prosedur pemeriksaan ketajaman visus mata secara tradisional?

Pemeriksaan mata dengan kartu Snellen (Snellen chart)
Pemeriksaan ketajaman visus mata umumnya dilakukan dengan bantuan kartu Snellen atau Snellen chart.

Kartu ini dikembangkan oleh seorang dokter spesialis mata dari Belanda, Herman Snellen, pada tahun 1860an.

Ada banyak variasi dari kartu Snellen ini.

Namun, secara umum ada sebelas baris huruf kapital yang berisi beberapa macam huruf. Semakin ke bawah ukuran tulisan akan semakin kecil.
Arti angka pada kartu Snellen
Mungkin Anda pernah bertanya-tanya apa maksud dari angka-angka yang ada pada setiap baris kartu Snellen.

Angka tersebut memiliki arti khusus.

Jadi, setiap baris dilengkapi dengan angka yang merupakan jarak (biasanya dalam satuan kaki) di mana mata orang normal dan sehat dapat membaca huruf pada baris tersebut.

Misalnya kalau ada angka 20/ 200 di samping barisan huruf pertama.

Angka pertama, yaitu 20, mewakili jarak antara Anda dengan kartu Snellen tersebut.

Biasanya jarak Anda dengan kartu Snellen memang 20 kaki atau 6 meter jauhnya.

Sedangkan angka kedua, yaitu 200, mewakili jarak di mana mata Anda masih mampu membaca huruf pada barisan tersebut dengan jelas. Angka 200 berarti 200 kaki atau 60 meter.

Penilaian visus mata
Ketajaman visus mata normal manusia yaitu 20/20 atau dalam satuan meter 6/6.

Ini berarti dalam jarak 20 kaki atau 6 meter, mata Anda masih cukup tajam untuk melihat tulisan yang memang normalnya dapat terbaca dari jarak tersebut. 

Akan tetapi, jika visus mata Anda adalah 20/40, berarti mata Anda dengan jarak 20 kaki atau 6 meter hanya mampu membaca huruf yang cukup besar yang dapat dibaca pada jarak 40 kaki atau 12 meter.

Prosedur pemeriksaan visus mata dengan kartu Snellen
Sekarang Anda sudah memahami mengenai dasar dari ketajaman visus.

Nah, berikut ini adalah pembahasan mengenai prosedur pemeriksaan mata dengan kartu Snellen.

  1. Pastikan ruangan mendapat cahaya yang cukup terang.
  2. Anda akan diminta untuk duduk atau berdiri dengan jarak 6 meter dari kartu Snellen.
  3. Tutup salah satu mata Anda dengan menggunakan tangan. Apabila tersedia, Anda mungkin akan dipakaikan kacamata khusus dengan penutup mata.
  4. Periksakan mata kiri dan kanan secara terpisah. Mata dengan pandangan yang lebih buram akan dites terlebih dulu.
  5. Mulailah membaca mulai dari baris paling atas ke bawah, hingga Anda tidak mampu lagi membaca huruf pada baris tersebut. Bacalah dengan suara lantang dan jelas.
Jika hasil pemeriksaan tidak mencapai barisan huruf 20/20 atau 6/6, maka prosedur akan diulang dengan menggunakan kacamata pinhole.

Apabila dengan pinhole visus mengalami perbaikan, maka gangguan penglihatan bisa disebabkan oleh kelainan refraksi seperti rabun jauh (miopi).

Ulangi prosedur ini untuk mata berikutnya.

Cara lain untuk memeriksa visus mata
Biasanya dengan menggunakan kartu Snellen sudah cukup untuk menilai ketajaman visus atau penglihatan seseorang.

Namun, pada kasus tertentu di mana Anda sama sekali tidak mampu membaca huruf yang terlalu buram, maka pemeriksa atau dokter mata akan menggunakan tangan.

Pertama, Anda akan diminta untuk menghitung jumlah jari pemeriksa dari jarak satu sampai enam meter.

Apabila Anda tidak dapat menghitungnya, pemeriksa akan menggerakkan tangannya.

Kalau masih belum bisa melihat dengan jelas, pemeriksa akan menggunakan lampu atau penerangan.

Jumat, 25 Januari 2019

Cara Meningkatkan Kesehatan Mata

Januari 25, 2019 0
Disusun Oleh:
Dama Novantono, A.Md. Kep.
DEFINISI MATA
Mata adalah organ penglihatan yang mendeteksi cahaya.

Yang dilakukan mata yang paling sederhana tak lain hanya mengetahui apakah lingkungan sekitarnya adalah terang atau gelap.

Mata yang lebih kompleks dipergunakan untuk memberikan pengertian visual.

Mata adalah motor kehidupan manusia yang merupakan alat indra penglihat yang di dalamnya terdapat jaringan-jaringan indera penglihatan, jaringan-jaringan tersebut berpotensi menimbulkan penyakit atau kelainan dalam penglihatan. 

Banyak manusia yang memiliki mata normal tidak dijaga dengan baik, dan mengakibatkan mata normalnya direnggut oleh penyakit yang membuat gangguan pada mata.

Penyakit yang menyerang mata, dikarenakan oleh hubungan manusia terhadap lingkungan sekitar, terutama interaksi yang dilakukan manusia terhadap kemajuan teknologi di era global ini, yang memberikan dampak negatif terhadap kesehatan mata.

Prevent Blindness America mencatat terdapat kenaikan penderita gangguan penglihatan hingga 89 persen dalam 20 tahun terakhir. 

Sebagian besar penderitanya ialah mereka yang berusia 40 tahun ke atas.

Macam-Macam Penyakit Mata
§ Miopi
Miopi yakni jenis penyakit mata yang seseorang yang tidak dapat melihat benda yang berjarak jauh.
§ Presbiopi
Presbiopi adalah salah satu jenis penyakit mata seseorang yang tidak dapat melihat benda yang berjarak dekat maupun berjarak jauh.
§ Buta warna
Buta warna adalah suatu kondisi dimana seseorang sama sekali tidak dapat membedakan warna.
§ Rabun senja
Rabun senja adalah jenis penyakit mata yang disebabkan karena mata kekurangan vitamin A. Penderita biasanya tidak bisa melihat pada saat sore hari saja.
§ konjungtivitis (menular)
Adalah jenis penyakit mata akibat iritasi atau peradangan akibat infeksi di bagian selaput yang melapisi mata.
§ Trakoma (menular)
Infeksi pada mata yang disebabkan bakteri Chlamydia trachomatis yang berkembang biak di lingkungan kotor atau bersanitasi buruk serta bisa menular.
§ Selulitis Orbitalis (SO)
Jenis Penyakit mata akibat peradangan pada jaringan di sekitar bola mata.
§ Blefaritis
Peradangan yang terjadi pada kelopak mata akibat produksi minyak berlebihan dan berasal dari lapisan mata.
§ Dakrosistitis
Jenis Penyakit mata yang disebabkan penyumbatan pada duktus nasolakrimalis (saluran yang mengalirkan air mata ke hidung).
§ Dakriosistitis
Jenis penyakit mata dimana suatu infeksi pada sakus lakrimalis atau saluran air mata yang berada di dekat hidung.
§ Glaukoma
Salah satu jenis penyakit mata dengan gejala yang tidak langsung, yang secara bertahap menyebabkan penglihatan pandangan mata semakin lama akan semakin berkurang sehingga akhirnya mata akan menjadi buta.
§ Katarak
Sejenis kerusakan mata yang menyebabkan lensa mata berselaput dan rabun.
§ Koloboma

Istilah yang menggambarkan lubang yang terdapat pada struktur mata, seperti lensa mata, kelopak mata, iris, retina, koroid, atau diskus optikus.

Berikut Adalah Cara Meningkatkan Kesehatan Mata
Periksa mata setiap 12 bulan
Masalah penglihatan yang tidak ditangani akan berkembang semakin parah, dan memakai lensa kontak atau kacamata yang tidak lagi cocok untuk anda dapat menyebabkan masalah penglihatan.

Di musim panas pakailah kacamata hitam
Sinar ultra violet dapat membuat kerusakan serius pada mata.

Kacamata yang baik dapat mencengah hal ini.

Ketika membeli kacamata, pastikan yang dapat memantulkan paling tidak 98% radiasi ultra violet.

Makanlah nutrisi yang baik untuk anda dan mata anda
Studi baru-baru ini menunjukkan bahwa vitamin dan kelompok antioksida dan dapat mencegah, atau paling tidak memperlambat degerasi macula dan pertumbuhan katarak.

Nutrisi yang baik bagi tubuh juga baik untuk mata.

Jika anda membaca atau berkerja menggunakan computer, pastikan cahayanya tepat
Bekerja dengan cahaya minim dapat menyebabkan kelelahan mata, tapi cahaya yang terlalu terang juga tidak baik.

Arah cahaya terbaik jika bekerja menggunakan computer adalah dari lampu meja bercahaya lembut dari arah samping.

Kurangi tingkat terang (brightness) monitor.

Warna memang jadi tak terlalau tajam, tapi mata akan jadi lebih nyaman.

Istirahatkan mata anda
Hampir semua orang merasakan mata mereka jadi tidak nyaman setalah duduk seharian di depan layar computer.

Hal ini disebabkan mata jadi kering. Satu hal yang bisa dilakukan adalah menutup mata Anda dan menghitung sampai 5 sebelum membukanya kembali.

Hal lainnya adalah berpaling dari layar monitor dan focus pada sebuah objek yang jauh, sesering mungkin.

Cari lensa kontak dengan kualitas baik
Tidak semua lensa kontak sama.

Ada yang aman untuk mata Anda, dan ada juga yang berisiko merusak mata.

Untuk melihat referensi tentang lensa kontak.

Jika memakai lensa kontak, rawatlah dengan baik
Lensa kontak tindakalah begitu meropotkan, tapi anda juga takdapat mengbaikan kebersihannya.

Setiapa kali akan atau melepasakan lensa kontak anda, bilaslah.

Anda juga harus mengganti caiarannya, ketika anda menaruh ditempatnya waktu anda tidur dimalam hari.

Pakailah lensa kontak sesuai jadwal yang disarankan
Ada orang yang berbuat hemat dengan memakai lensa kontak lebih lama daripada yang dimaksudkan.

Ini bukanlah hal yang baik.

Meskipun kualitas lensanya tidak akan berkurang, tumpukan protein dapat menghaburkan penglihtan anda.

Hal lain yang harus dipertimbangkan adalah, semangkin lama anda memakai lensa kontak anda, semangkin tinggi resiko mata anda terkena infeksi.
(Kesehatan Mata, 2009).

Senin, 10 Desember 2018

Pengertian, Sejarah, Jenis Dan Tipe Rumah Sakit Di Indonesia

Desember 10, 2018 0
Disusun Oleh:
Dama Novantono, A.Md. Kep.
PENGERTIAN RUMAH SAKIT
Menurut World Health Organization, Pengertian Rumah Sakit adalah suatu bagian dari organisasi medis dan sosial yang mempunyai fungsi untuk memberikan pelayanan kesehatan lengkap kepada masyarakat, baik kuratif maupun preventif pelayanan keluarnya menjangkau keluarga dan lingkungan rumah. 

Rumah sakit juga merupakan pusat untuk latihan tenaga kesehatan dan penelitian biologi, psikologi, sosial ekonomi dan budaya.

Organisasi rumah sakit merupakan organisasi yang kompleks dan Unik. Kompleks karena terdapat permasalahan yang sangat rumit. 

Unik karena di rumah sakit terdapat suatu proses yang menghasilkan jasa perhotelan sekaligus jasa medis dan perawatan dalam bentuk pelayanan kepada pasien yang rawat inap maupun berobat jalan. 

Rumah sakit merupakan suatu organisasi padat karya dengan latar belakang pendidikan berbeda-beda.

Dalam rumah sakit terdapat berbagai macam fasilitas pengobatan dan berbagai macam peralatan. 

Orang yang dihadapi di rumah sakit adalah orang-orang beremosi labil dan emosional karena sedang dalam keadaan sakit, termasuk keluarga pasien.

Oleh karena itu, pelayanan rumah sakit jauh lebih kompleks dari pada hotel.

Rumah sakit merupakan industri pada modal dan padat karya (padat sumber daya) serta padat teknologi.

Sumber daya manusia merupakan komponen utama proses pelayanan dalam rumah sakit. 

Jenis produk atau jasa rumah sakit dapat berupa:
  • private goods (pelayanan dokter, keperawatan farmasi, gizi), 
  • public goods (layanan parkir, front office, cleaning service, house keeping, laundry) dan 
  • externality (imunisasi).
SEJARAH RUMAH SAKIT DAN KOMITE ETIK RUMAH SAKIT (KERS)
1. SEJARAH RUMAH SAKIT
1.1 Awal Mula Sejarah Rumah Sakit Itu Ada
Dalam sejarah kuno, kepercayaan dan pengobatan berhubungan sangat erat. Salah satu contoh institusi pengobatan tertua adalah kuil Mesir. 

Kuil Asclepius di Yunani juga dipercaya memberikan pengobatan kepada orang sakit, yang kemudian juga diadopsi bangsa Romawi sebagai kepercayaan. 

Kuil Romawi untuk Æsculapius dibangun pada tahun 291 SM di tanah Tiber, Roma dengan ritus-ritus hampir sama dengan kepercayaan Yunani.

Institusi yang spesifik untuk pengobatan pertama kali, ditemukan di India.

Rumah sakit Brahmanti pertama kali didirikan di Sri Lanka pada tahun 431 SM, kemudian Raja Ashoka juga mendirikan 18 rumah sakit di Hindustan pada 230 SM dengan dilengkapi tenaga medis dan perawat yang dibiayai anggaran kerajaan.

Rumah sakit pertama yang melibatkan pula konsep pengajaran pengobatan, dengan mahasiswa yang diberikan pengajaran oleh tenaga ahli, adalah Akademi Gundishapur di Kerajaan Persia.

Bangsa Romawi menciptakan valetudinaria untuk pengobatan budak, gladiator, dan prajurit sekitar 100 SM.

Adopsi kepercayaan Kristiani turut memengaruhi pelayanan medis di sana. 

Konsili Nicea I pada tahun 325 memerintahkan pihak Gereja untuk juga memberikan pelayanan kepada orang-orang miskin, sakit, janda, dan musafir. 

Setiap satu katedral di setiap kota harus menyediakan satu pelayanan kesehatan.

Salah satu yang pertama kali mendirikan adalah Saint Sampson di Konstantinopel dan Brasil, bishop of Caesarea. 

Bangunan ini berhubungan langsung dengan bagunan gereja, dan disediakan pula tempat terpisah untuk penderita lepra.

Rumah sakit abad pertengahan di Eropa juga mengikuti pola tersebut.

Di setiap tempat peribadahan biasanya terdapat pelayanan kesehatan oleh pendeta dan suster (Frase Perancis untuk rumah sakit adalah hôtel-Dieu, yang berarti "hostel of God.").

Namun beberapa di antaranya bisa pula terpisah dari tempat peribadahan. Ditemukan pula rumah sakit yang terspesialisasi untuk penderita lepra, kaum miskin, atau musafir.

Rumah sakit dalam sejarah Islam memperkenalkan standar pengobatan yang tinggi pada abad 8 hingga 12.

Rumah sakit pertama dibangun pada abad 9 hingga 10 mempekerjakan 25 staff pengobatan dan perlakuan pengobatan berbeda untuk penyakit yang berbeda pula.

Rumah sakit yang didanai pemerintah muncul pula dalam sejarah Tiongkok pada awal abad 10.

Perubahan rumah sakit menjadi lebih sekuler di Eropa terjadi pada abad 16 hingga 17.

Tetapi baru pada abad 18 rumah sakit modern pertama dibangun dengan hanya menyediakan pelayanan dan pembedahan medis. Inggris pertama kali memperkenalkan konsep ini.

Guy's Hospital didirikan di Londonp ada 1724 atas permintaan seorang saudagar kaya Thomas Guy. 

Rumah sakit yang dibiayai swasta seperti ini kemudian menjamur di seluruh Inggris Raya. Di koloni Inggris di Amerika kemudian berdiri Pennsylvania General Hospital di Philadelphia pada 1751.

Setelah terkumpul sumbangan £2,000, di Eropa Daratan biasanya rumah sakit dibiayai dana publik.

Namun secara umum pada pertengahan abad 19 hampir seluruh negara di Eropa dan Amerika Utara telah memiliki keberagaman rumah sakit.

1.2 Sejarah Rumah Sakit Di Indonesia
Sejarah perkembangan rumah sakit di Indonesia pertama sekali didirikan oleh VOC tahun 1626 dan kemudian juga oleh tentara Inggris pada zaman Raffles terutama ditujukan untuk melayani anggota militer beserta keluarganya secara gratis. 

Jika masyarakat pribumi memerlukan pertolongan, kepada mereka juga diberikan pelayanan gratis. Hal ini berlanjut dengan rumah sakit-rumah sakit yang didirikan oleh kelompok agama. Sikap karitatif ini juga diteruskan oleh rumah sakit CBZ di Jakarta.

Rumah sakit ini juga tidak memungut bayaran pada orang miskin dan gelandangan yang memerlukan pertolongan. Semua ini telah menanamkan kesan yang mendalam di kalangan masyarakat pribumi bahwa pelayanan penyembuhan di rumah sakit adalah gratis. Mereka tidak mengetahui bahwa sejak zaman VOC, orang Eropa yang berobat di rumah sakit VOC (kecuali tentara dan keluarganya) ditarik bayaran termasuk pegawai VOC.

Komite Etik Rumah Sakit (KERS), dapat dikatakan sebagai suatu badan yang secara resmi dibentuk dengan anggota dari berbagai disiplin perawatan kesehatan dalam rumah sakit yang bertugas untuk menangani berbagai masalah etik yang timbul dalam rumah sakit.

2. KOMITE ETIK RUMAH SAKIT (KERS)
KERS dapat menjadi sarana efektif dalam mengusahakan saling pengertian antara berbagai pihak yang terlibat seperti dokter, pasien, keluarga pasien dan masyarakat tentang berbagai masalah etika hukum kedokteran yang muncul dalam perawatan kesehatan di rumah sakit. 

Ada tiga fungsi KERS ini yaitu:
  1. Pendidikan, 
  2. Penyusun kebijakan dan 
  3. Pembahasan kasus. 
Jadi salah satu tugas KERS adalah menjalankan fungsi pendidikan etika. 

Dalam rumah sakit ada kebutuhan akan kemampuan memahami masalah etika, melakukan diskusi multidisiplin tentang kasus mediko legal dan dilema etika biomedis dan proses pengambilan keputusan yang terkait dengan permasalahan ini. Dengan dibentuknya KERS, pengetahuan dasar bidang etika kedokteran dapat diupayakan dalam institusi dan pengetahuan tentang etika diharapkan akan menelurkan tindakan yang profesional etis.

Komite tidak akan mampu mengajari orang lain, jika ia tidak cukup kemampuannya. 

Oleh sebab itu tugas pertama komite adalah meningkatkan pengetahuan anggota komite.

Etika kedokteran dewasa ini berkembang sangat pesat. 

Di Indonesia etika kedokteran relatif baru dan yang berminat tidak banyak sehingga lebih sulit mencari bahan bacaan yang berkaitan dengan hal ini.

Pendidikan bagi anggota komite dapat dilakukan dengan belajar sendiri, belajar berkelompok, dan mengundang pakar dalam bidang agama, hukum, sosial, psikologi, atau etika yang mendalami bidang etika kedokteran. 

Para anggota komite setidaknya harus menguasai berbagai istilah/ konsep etika, proses analisis dan pengambilan keputusan dalam etika. 

Pengetahuan tentang etik akan lebih mudah dipahami jika ia diterapkan dalam berbagai kasus nyata. 

Semakin banyak kasus yang dibahas, akan semakin jelaslah bagi anggota komite bagaimana bentuk tatalaksana pengambilan keputusan yang baik. 

Pendidikan etika tidak terbatas pada pimpinan dan staf rumah sakit saja. Pemilik dan anggota yayasan, pasien, keluarga pasien, dan masyarakat dapat diikutsertakan dalam pendidikan etika. 

Pemahaman akan permasalahan etika akan menambah kepercayaan masyarakat dan membuka wawasan mereka bahwa rumah sakit bekerja untuk kepentingan pasien dan masyarakat pada umumnya. 

Selama ini dalam struktur rumah sakit di Indonesia dikenal subkomite/ panitia etik profesi medik yang merupakan struktur dibawah komite medik yang bertugas menangani masalah etika rumah sakit. Pada umumnya anggota panitia ini adalah dokter dan masalah yang ditangani lebih banyak yang berkaitan dengan pelanggaran etika profesi. 

Mengingat etika kedokteran sekarang ini sudah berkembang begitu luas dan kompleks maka keberadaan dan posisi panitia ini tidak lagi memadai. 

Rumah sakit memerlukan tim atau komite yang dapat menangani masalah etika rumah sakit dan tanggung jawab langsung kepada direksi. Komite memberikan saran di bidang etika kepada pimpinan dan staf rumah sakit yang membutuhkan. 

Keberadaan komite dinyatakan dalam struktur organisasi rumah sakit dan keanggotaan komite diangkat oleh pimpinan rumah sakit atau yayasan rumah sakit.

Proses pembentukan KERS ini, rumah sakit memulainya dengan membentuk tim kecil yang terdiri dari beberapa orang yang memiliki kepedulian mendalam dibidang etika kedokteran, bersikap terbuka dan memiliki semangat tinggi. 

Jumlah anggota disesuaikan dengan kebutuhan dan keanggotaan komite bersifat multi disiplin meliputi:
  • dokter (merupakan mayoritas anggota) dari berbagai spesialisasi, 
  • perawat, 
  • pekerja sosial, 
  • rohaniawan, 
  • wakil administrasi rumah sakit, 
  • wakil masyarakat, 
  • etikawan, 
  • dan ahli hukum.
JENIS-JENIS RUMAH SAKIT
1. Rumah sakit umum
Melayani hampir seluruh penyakit umum, dan biasanya memiliki institusi perawatan darurat yang siaga 24 jam (ruang gawat darurat) untuk mengatasi bahaya dalam waktu secepatnya dan memberikan pertolongan pertama.

Rumah sakit umum biasanya merupakan fasilitas yang mudah ditemui di suatu negara, dengan kapasitas rawat inap sangat besar untuk perawatan intensif ataupun jangka panjang. 

Rumah sakit jenis ini juga dilengkapi dengan fasilitas bedah, bedah plastik, ruang bersalin, laboratorium, dan sebagainya. Tetapi kelengkapan fasilitas ini bisa saja bervariasi sesuai kemampuan penyelenggaranya.

Rumah sakit yang sangat besar sering disebut Medical Center (pusat kesehatan), biasanya melayani seluruh pengobatan modern.

Sebagian besar rumah sakit di Indonesia juga membuka pelayanan kesehatan tanpa menginap (rawat jalan) bagi masyarakat umum (klinik). Biasanya terdapat beberapa klinik/ poliklinik di dalam suatu rumah sakit.

2. Rumah sakit penelitian/ pendidikan
Rumah sakit penelitian/ pendidikan adalah rumah sakit umum yang terkait dengan kegiatan penelitian dan pendidikan di fakultas kedokteran pada suatu universitas/ lembaga pendidikan tinggi. 

Biasanya rumah sakit ini dipakai untuk pelatihan dokter-dokter muda, uji coba berbagai macam obat baru atau teknik pengobatan baru. 

Rumah sakit ini diselenggarakan oleh pihak universitas/ perguruan tinggi sebagai salah satu wujud pengabdian masyarakat/ Tri Dharma perguruan tinggi.

3. Rumah sakit terspesialisasi
Jenis ini mencakup trauma center, rumah sakit anak, rumah sakit manula, atau rumah sakit yang melayani kepentingan khusus seperti psychiatric (psychiatric hospital), penyakit pernapasan, dan lain-lain.

Rumah sakit bisa terdiri atas gabungan atau pun hanya satu bangunan.

4. Rumah sakit lembaga/ perusahaan
Rumah sakit yang didirikan oleh suatu lembaga/ perusahaan untuk melayani pasien-pasien yang merupakan anggota lembaga tersebut/ karyawan perusahaan tersebut. 

Alasan pendirian bisa karena penyakit yang berkaitan dengan kegiatan lembaga tersebut (misalnya rumah sakit militer, lapangan udara), bentuk jaminan sosial/ pengobatan gratis bagi karyawan, atau karena letak/ lokasi perusahaan yang terpencil/ jauh dari rumah sakit umum. 

Biasanya rumah sakit lembaga/ perusahaan di Indonesia juga menerima pasien umum dan menyediakan ruang gawat darurat untuk masyarakat umum.
5. Klinik
Fasilitas medis yang lebih kecil yang hanya melayani keluhan tertentu.

Biasanya dijalankan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat atau dokter-dokter yang ingin menjalankan praktik pribadi. Klinik biasanya hanya menerima rawat jalan. Bentuknya bisa pula berupa kumpulan klinik yang disebut poliklinik.

Sebuah klinik (atau rawat jalan klinik atau klinik perawatan rawat jalan) adalah fasilitas perawatan kesehatan yang dikhususkan untuk perawatan pasien rawat jalan.

Klinik dapat dioperasikan, dikelola dan didanai secara pribadi atau publik, dan biasanya meliputi perawatan kesehatan primer kebutuhan populasi di masyarakat lokal, berbeda dengan rumah sakit yang lebih besar yang menawarkan perawatan khusus dan mengakui pasien rawat inap untuk menginap semalam.

TIPE-TIPE RUMAH SAKIT
Pelayanan RS di Indonesia saat ini sudah bersifat padat modal, padat karya, dan padat teknologi dalam menghadapi persaingan global. Dalam hal rujukan medik, RS juga diandalkan untuk memberikan pengayoman medik (pusat rujukan) untuk pusat-pusat pelayanan yang ada di wilayah kerjanya. Sifat pengayoman sangat erat kaitannya dengan klasifikasi Rumah Sakit.

Ada empat jenis RS berdasarkan klasifikasi Rumah Sakit di Indonesia yaitu kelas A, B, C, dan D.

Dan berubahnya RS kelas A dan B menjadi RS seadanya, bahkan ada yang menjadi Perusahaan Jawatan (Perjan), menejemen klasik RS di Indonesia sudah pasti mengalami perubahan. 

Perubahan dalam hal peningkatan profesionalisme staf, tersedianya peralatan yang lebih canggih, dan lebih sempurnanya sistem administrasi RS yang akan bermanfaat untuk peningkatan mutu pelayanan kesehatan RS.

Rumah sakit berdasarkan kemampuan yang dimilikinya dibagi menjadi lima macam jenis, yaitu:
1. Ramah Sakit Tipe A
Merupakan rumah sakit yang mampu memberikan pelayanan kedokteran spesialis dan subspesialis luas, serta dijadikan tempat pelayanan rujukan tertinggi oleh pemerintah.

2. Ramah Sakit Tipe B
Merupakan rumah sakit yang mampu memberikan pelayanan kedokteran spesialis dan subspesialis terbatas, serta biasanya didirikan di setiap ibukota provinsi guna menampung rujukan dari RS kabupaten.

3. Ramah Sakit Tipe C
Merupakan rumah sakit yang memberikan pelayanan kedokteran spesialis terbatas misalnya pelayanan penyakit dalam, pelayanan penyakit bedah, pelayanan kesehatan anak serta pelayanan kebidanan dan kandungan.

4. Ramah Sakit Tipe D
Merupakan rumah sakit transisi yang akan ditingkatkan menjadi rumah sakit tipe C dan hanya memberikan pelayanan kedokteran umum dan kedokteran gigi.

5. Ramah Sakit Tipe E
Merupakan rumah sakit khusus yang hanya menyediakan satu macam pelayanan kedokteran.

KESIMPULAN
Dalam memberikan pelayanan kepada pasien, keselamatan pasien merupakan prioritas utama rumah sakit tanpa membedakan segmen tersebut. 

Dan dalam melaksanakan fungsi sosial seperti tersebut dalam di atas, setiap rumah sakit dengan antara lain menyediakan fasilitas untuk merawat penderita yang tidak/ kurang mampu sesuai peraturan yang berlaku. 

Selain itu, dalam fungsi sosial tersebut, rumah sakit berpartisipasi dalam penanggulangan bencana alam nasional atau lokal dan melakukan misi kemanusiaan rumah sakit.
☆☆☆☆☆