Option Health Mr. Hendes

Option Health Mr. Hendes

Jumat, 25 Januari 2019

Cara Meningkatkan Kesehatan Mata

Januari 25, 2019 0
Disusun Oleh:
Dama Novantono, A.Md. Kep.
DEFINISI MATA
Mata adalah organ penglihatan yang mendeteksi cahaya.

Yang dilakukan mata yang paling sederhana tak lain hanya mengetahui apakah lingkungan sekitarnya adalah terang atau gelap.

Mata yang lebih kompleks dipergunakan untuk memberikan pengertian visual.

Mata adalah motor kehidupan manusia yang merupakan alat indra penglihat yang di dalamnya terdapat jaringan-jaringan indera penglihatan, jaringan-jaringan tersebut berpotensi menimbulkan penyakit atau kelainan dalam penglihatan. 

Banyak manusia yang memiliki mata normal tidak dijaga dengan baik, dan mengakibatkan mata normalnya direnggut oleh penyakit yang membuat gangguan pada mata.

Penyakit yang menyerang mata, dikarenakan oleh hubungan manusia terhadap lingkungan sekitar, terutama interaksi yang dilakukan manusia terhadap kemajuan teknologi di era global ini, yang memberikan dampak negatif terhadap kesehatan mata.

Prevent Blindness America mencatat terdapat kenaikan penderita gangguan penglihatan hingga 89 persen dalam 20 tahun terakhir. 

Sebagian besar penderitanya ialah mereka yang berusia 40 tahun ke atas.

Macam-Macam Penyakit Mata
§ Miopi
Miopi yakni jenis penyakit mata yang seseorang yang tidak dapat melihat benda yang berjarak jauh.
§ Presbiopi
Presbiopi adalah salah satu jenis penyakit mata seseorang yang tidak dapat melihat benda yang berjarak dekat maupun berjarak jauh.
§ Buta warna
Buta warna adalah suatu kondisi dimana seseorang sama sekali tidak dapat membedakan warna.
§ Rabun senja
Rabun senja adalah jenis penyakit mata yang disebabkan karena mata kekurangan vitamin A. Penderita biasanya tidak bisa melihat pada saat sore hari saja.
§ konjungtivitis (menular)
Adalah jenis penyakit mata akibat iritasi atau peradangan akibat infeksi di bagian selaput yang melapisi mata.
§ Trakoma (menular)
Infeksi pada mata yang disebabkan bakteri Chlamydia trachomatis yang berkembang biak di lingkungan kotor atau bersanitasi buruk serta bisa menular.
§ Selulitis Orbitalis (SO)
Jenis Penyakit mata akibat peradangan pada jaringan di sekitar bola mata.
§ Blefaritis
Peradangan yang terjadi pada kelopak mata akibat produksi minyak berlebihan dan berasal dari lapisan mata.
§ Dakrosistitis
Jenis Penyakit mata yang disebabkan penyumbatan pada duktus nasolakrimalis (saluran yang mengalirkan air mata ke hidung).
§ Dakriosistitis
Jenis penyakit mata dimana suatu infeksi pada sakus lakrimalis atau saluran air mata yang berada di dekat hidung.
§ Glaukoma
Salah satu jenis penyakit mata dengan gejala yang tidak langsung, yang secara bertahap menyebabkan penglihatan pandangan mata semakin lama akan semakin berkurang sehingga akhirnya mata akan menjadi buta.
§ Katarak
Sejenis kerusakan mata yang menyebabkan lensa mata berselaput dan rabun.
§ Koloboma

Istilah yang menggambarkan lubang yang terdapat pada struktur mata, seperti lensa mata, kelopak mata, iris, retina, koroid, atau diskus optikus.

Berikut Adalah Cara Meningkatkan Kesehatan Mata
Periksa mata setiap 12 bulan
Masalah penglihatan yang tidak ditangani akan berkembang semakin parah, dan memakai lensa kontak atau kacamata yang tidak lagi cocok untuk anda dapat menyebabkan masalah penglihatan.

Di musim panas pakailah kacamata hitam
Sinar ultra violet dapat membuat kerusakan serius pada mata.

Kacamata yang baik dapat mencengah hal ini.

Ketika membeli kacamata, pastikan yang dapat memantulkan paling tidak 98% radiasi ultra violet.

Makanlah nutrisi yang baik untuk anda dan mata anda
Studi baru-baru ini menunjukkan bahwa vitamin dan kelompok antioksida dan dapat mencegah, atau paling tidak memperlambat degerasi macula dan pertumbuhan katarak.

Nutrisi yang baik bagi tubuh juga baik untuk mata.

Jika anda membaca atau berkerja menggunakan computer, pastikan cahayanya tepat
Bekerja dengan cahaya minim dapat menyebabkan kelelahan mata, tapi cahaya yang terlalu terang juga tidak baik.

Arah cahaya terbaik jika bekerja menggunakan computer adalah dari lampu meja bercahaya lembut dari arah samping.

Kurangi tingkat terang (brightness) monitor.

Warna memang jadi tak terlalau tajam, tapi mata akan jadi lebih nyaman.

Istirahatkan mata anda
Hampir semua orang merasakan mata mereka jadi tidak nyaman setalah duduk seharian di depan layar computer.

Hal ini disebabkan mata jadi kering. Satu hal yang bisa dilakukan adalah menutup mata Anda dan menghitung sampai 5 sebelum membukanya kembali.

Hal lainnya adalah berpaling dari layar monitor dan focus pada sebuah objek yang jauh, sesering mungkin.

Cari lensa kontak dengan kualitas baik
Tidak semua lensa kontak sama.

Ada yang aman untuk mata Anda, dan ada juga yang berisiko merusak mata.

Untuk melihat referensi tentang lensa kontak.

Jika memakai lensa kontak, rawatlah dengan baik
Lensa kontak tindakalah begitu meropotkan, tapi anda juga takdapat mengbaikan kebersihannya.

Setiapa kali akan atau melepasakan lensa kontak anda, bilaslah.

Anda juga harus mengganti caiarannya, ketika anda menaruh ditempatnya waktu anda tidur dimalam hari.

Pakailah lensa kontak sesuai jadwal yang disarankan
Ada orang yang berbuat hemat dengan memakai lensa kontak lebih lama daripada yang dimaksudkan.

Ini bukanlah hal yang baik.

Meskipun kualitas lensanya tidak akan berkurang, tumpukan protein dapat menghaburkan penglihtan anda.

Hal lain yang harus dipertimbangkan adalah, semangkin lama anda memakai lensa kontak anda, semangkin tinggi resiko mata anda terkena infeksi.
(Kesehatan Mata, 2009).

Anatomi Syaraf Optik Mata

Januari 25, 2019 0
Disusun Oleh:
Dama Novantono, A.Md. Kep.
DEFINISI MATA
Mata adalah organ penglihatan yang mendeteksi cahaya.

Yang dilakukan mata yang paling sederhana tak lain hanya mengetahui apakah lingkungan sekitarnya adalah terang atau gelap.

Mata yang lebih kompleks dipergunakan untuk memberikan pengertian visual.

Berikut ini kita akan menjelaskan tentang Anatomi Syaraf Optik Mata.

Syaraf Optik Pada Mata
Saraf yang memasuki sel tali dan kerucut dalam retina, untuk menuju ke otak.

Sistem Kerja Mata
Tatkala mengamati alam terbuka disekitar anda akan segera anda saksikan beragam benda terjauh dan terdekat dari anda dengan segala bentuk, warna, dan ukuran mereka.

Pemandangan ini yang anda saksikan tanpa susah payah adalah hasil beragam reaksi rumit dalam tubuh anda. Kini marilah kita amati secara lebih dekat. 

Mata manusia memiliki cara kerja otomatis yang sempurna, mata dibentuk dengan 40 unsur utama yang berbeda dan kesemua bagian ini memiliki fungsi penting dalam proses melihat kerusakan atau ketiadaan salah satu fungsi bagiannya saja akan menjadikan mata mustahil dapat melihat.

Lapisan tembus cahaya di bagian depan mata adalah kornea, tepat dibelakangnya terdapat iris, selain member warna pada mata iris juga dapat merubah ukurannya secara otomatis sesuai kekuatan cahaya yang masuk, dengan bantuan otot yang melekat padanya. 
Misalnya ketika berada di tempat gelap iris akan membesar untuk memasukkan cahaya sebanyak mungkin. 

Ketika kekuatan cahaya bertambah, iris akan mengecil untuk mengurangi cahaya yang masuk ke mata. 

System pengaturan otomatis yang berkeja pada mata bekerja sebagaimana berikut.

Ketika cahaya mengenai mata sinyal saraf terbentuk dan dikrimkan ke otak, untuk memberikan pesan tentang keberadaan cahaya, dan kekuatan cahaya. 

Lalu otak mengirim balik sinyal dan memerintahkan sejauh mana otot disekitar iris harus mengerut. Bagian mata lainnya yang bekerja bersamaan dengan struktur ini adalah lensa. 

Lensa bertugas memfokuskan cahaya yang memasuki mata pada lapisan retina di bagian belakang mata. 

Karena otot-otot disekeliling lensa cahaya yang datang ke mata dari berbagai sudut dan jarak berbeda dapat selalu difokuskan ke retina. 

Semua system yang telah kami sebutkan tadi berukuran lebih kecil, tapi jauh lebih unggul daripada peralatan mekanik yang dibuat untuk meniru desain mata dengan menggunakan teknologi terbaru, bahkan system perekaman gambar buatan paling modern di dunia ternyata masih terlalu sederhana jika dibandingkan mata. 

Jika kita renungkan segala jerih payah dan pemikiran yang dicurahkan untuk membuat alat perekaman gambar buatan ini kita akan memahami betapa jauh lebih unggulnya teknologi penciptaan mata. 

Jika kita amati bagian-bagian lebih kecil dari sel sebuah mata maka kehebatan penciptaan ini semakin terungkap. 

Anggaplah kita sedang melihat mangkuk Kristal yang penuh dengan buah-buahan, cahaya yang datang dari mangkuk ini ke mata kita menembus kornea dan iris kemudian difokuskan pada retina oleh lensa jadi apa yang terjadi pada retina, sehinggasel-sel retina dapat merasakan adanya cahaya ketika partikel cahaya yang disebut foton mengenai sel-sel retina. 

Ketika itu mereka menghasilkan efek rantai layaknya sederetan kartu domino yang tersusun dalam barisan rapi. 

Kartu domino pertama dalam sel retina adalah sebuah molekul bernama 11-cis retinal. 

Ketika sebuah foton mengenainya molekul ini berubah bentuk dan kemudian mendorong perubahan protein lain yang berikatan kuat dengannya yakni rhodopsin. 

Kini rhodopsin berubah menjadi suatu bentuk yang memungkinkannya berikatan dengan protein lain yakni transdusin. 

Transdusin ini sebelumnya sudah ada dalam sel namun belum dapat bergabung dengan rhodopsin karena ketidak sesuaian bentuk. 

Penyatuan ini kemudian diikuti gabungan satu molekul lain yang bernama GTP kini dua protein yakni rhodopsin dan transdusin serta 1 molekul kimia bernama GTP telah menyatu tetapi proses sesungguhnya baru saja dimulai senyawa bernama GDP kini telah memiliki bentuk sesuai untuk mengikat satu protein lain bernama phosphodiesterase yang senantiasa ada dalam sel. 

Setelah berikatan bentuk molekul yang dihasilkan akan menggerakkan suatu mekanisme yang akan memulai serangkaian reaksi kimia dalam sel. 

Mekanisme ini menghasilkan reaksi ion dalam sel dan menghasilkan energy listrik energy ini merangsang saraf-saraf yang terdapat tepat di belakang sel retina. 

Dengan demikian bayangan yang ketika mengenai mata berwujud seperti foton cahaya ini meneruskan perjalanannya dalam bentuk sinyal listrik. 

Sinyal ini berisi informasi visual objek di luar mata. 

Agar mata dapat melihat sinyal listrik yang dihasilkan dalam retina harus diteruskan dalam pusat penglihatan di otak. 

Namun sel-sel saraf tidak berhubungan langsung satu sama lain ada celah kecil yang memisah titik-titik sambungan mereka lalu bagaimana sinyal listrik ini melanjutkan perjalanannya disini serangkaian mekanisme rumit terjadi energy listrik diubah menjadi energy kimia tanpa kehilangan informasi yang sedang dibawa dan dengan cara ini informasi diteruskan dari satu sel saraf ke sel saraf berikutnya. 

Molekul kimia pengangkut ini yang terletak pada titik sambungan sel-sel saraf berhasil membawa informasi yang datang dari mata dari satu saraf ke saraf yang lain. 

Ketika dipindahkan ke saraf berikutnya sinyal ini diubah lagi menjadi sinyal listrik dan melanjutkan perjalanannya ke tempat titik sambungan lainnya dengan cara ini sinyal berhasil mencapai pusat penglihatan pada otak disini sinyal tersebut dibandingkan informasi yang ada di pusat memori dan bayangan tersebut ditafsirkan akhirnya kita dapat melihat mangkuk yang penuh buah-buahan sebagaimana kita saksikan sebelumnya karena adanya system sempurna yang terdiri atas ratusan kompenen kecil ini dan semua rentetan peristiwa yang menakjubkan ini terjadi pada waktu kurang dari 1 detik.

Itulah tadi penjelasan Kami tentang Anatomi Syaraf Optik Mata.

Anatomi Metabolisme Pada Lensa Mata

Januari 25, 2019 0
Disusun Oleh:
Dama Novantono, A.Md. Kep.
DEFINISI MATA
Mata adalah organ penglihatan yang mendeteksi cahaya.

Yang dilakukan mata yang paling sederhana tak lain hanya mengetahui apakah lingkungan sekitarnya adalah terang atau gelap.

Mata yang lebih kompleks dipergunakan untuk memberikan pengertian visual.

Berikut ini kita akan menjelaskan tentang Anatomi Metabolisme Pada Lensa Mata.


DEFINISI LENSA MATA

Lensa mata menerima cahaya dari pupil dan meneruskannya pada retina. 

Fungsi lensa mata adalah mengatur fokus cahaya, sehingga cahaya jatuh tepat pada bintik kuning retina. 
Untuk melihat objek yang jauh (cahaya datang dari jauh), lensa mata akan menipis. 

Sedangkan untuk melihat objek yang dekat (cahaya datang dari dekat), lensa mata akan menebal. 

Lensa mata atau biasa disebut kristalin adalah bagian mata yang terletak di depan kornea. 

Mata berfungsi sebagai pengatur pembaiasan pada mata yang disebabkan oleh aqueus humordi depan lensa.

Metabolisme Lensa Mata
Normal Transparansi lensa dipertahankan oleh keseimbangan air dan kation (sodium dan kalium).

Kedua kation berasal dari humour aqueous dan vitreous. Kadar kalium di bagian anterior lensa lebih tinggi di bandingkan posterior. Dan kadar natrium di bagian posterior lebih besar. 

Ion K bergerak ke bagian posterior dan keluar ke aqueous humour, dari luar Ion Na masuk secara difusi dan bergerak ke bagian anterior untuk menggantikan ion K dan keluar melalui pompa aktif Na-K ATPase, sedangkan kadar kalsium tetap dipertahankan di dalam oleh Ca-ATPase.

Metabolisme lensa melalui glikolsis anaerob (95%) dan HMP-shunt (5%). 

Jalur HMP shunt menghasilkan NADPH untuk biosintesis asam lemak dan ribose, juga untuk aktivitas glutation reduktase dan aldose reduktase. 

Aldose reduktse adalah enzim yang merubah glukosa menjadi sorbitol, dan sorbitol dirubah menjadi fructose oleh enzim sorbitol dehidrogenase.

Itulah tadi penjelasan Kami tentang Anatomi Metabolisme Pada Lensa Mata.

Anatomi Dan Fisiologi Lensa Mata

Januari 25, 2019 0
Disusun Oleh:
Dama Novantono, A.Md. Kep.
DEFINISI MATA
Mata adalah organ penglihatan yang mendeteksi cahaya.

Yang dilakukan mata yang paling sederhana tak lain hanya mengetahui apakah lingkungan sekitarnya adalah terang atau gelap.

Mata yang lebih kompleks dipergunakan untuk memberikan pengertian visual.

Berikut ini kita akan menjelaskan tentang Anatomi Dan Fisiologi Lensa Mata.

DEFINISI LENSA MATA
Lensa mata menerima cahaya dari pupil dan meneruskannya pada retina. 

Fungsi lensa mata adalah mengatur fokus cahaya, sehingga cahaya jatuh tepat pada bintik kuning retina. 
Untuk melihat objek yang jauh (cahaya datang dari jauh), lensa mata akan menipis. 

Sedangkan untuk melihat objek yang dekat (cahaya datang dari dekat), lensa mata akan menebal. 

Lensa mata atau biasa disebut kristalin adalah bagian mata yang terletak di depan kornea. 

Mata berfungsi sebagai pengatur pembaiasan pada mata yang disebabkan oleh aqueus humordi depan lensa.

Anatomi Lensa Mata
Lensa adalah suatu struktur bikonveks, avaskular tak berwarna dan transparan.

Tebal sekitar 4 mm dan diameternya 9 mm. 

Dibelakang iris lensa digantung oleh zonula ( zonula Zinnii) yang menghubungkannya dengan korpus siliare. 

Di sebelah anterior lensa terdapat humor aquaeus dan disebelah posterior terdapat viterus. 

Kapsul lensa adalah suatu membran semipermeabel yang dapat dilewati air dan elektrolit. 

Disebelah depan terdapat selapis epitel subkapsular. 

Nukleus lensa lebih keras daripada korteksnya. 

Sesuai dengan bertambahnya usia, serat-serat lamelar subepitel terus diproduksi, sehingga lensa lama-kelamaan menjadi kurang elastik. 

Lensa terdiri dari enam puluh lima persen air, 35% protein, dan sedikit sekali mineral yang biasa ada di jaringan tubuh lainnya. 

Kandungan kalium lebih tinggi di lensa daripada di kebanyakan jaringan lain. 

Asam askorbat dan glutation terdapat dalam bentuk teroksidasi maupun tereduksi. 

Tidak ada serat nyeri, pembuluh darah atau pun saraf di lensa.

Fisiologi Lensa Mata
Fungsi utama lensa adalah memfokuskan berkas cahaya ke retina.

Untuk memfokuskan cahaya yang datang dari jauh, otot-otot siliaris relaksasi, menegangkan serat zonula dan memperkecil diameter anteroposterior lensa sampai ukurannya yang terkecil, daya refraksi lensa diperkecil sehingga berkas cahaya paralel atau terfokus ke retina. 

Untuk memfokuskan cahaya dari benda dekat, otot siliaris berkontraksi sehingga tegangan zonula berkurang. 

Kapsul lensa yang elastik kemudian mempengaruhi lensa menjadi lebih sferis diiringi oleh peningkatan daya biasnya. 

Kerjasama fisiologik tersebut antara korpus siliaris, zonula, dan lensa untuk memfokuskan benda dekat ke retina dikenal sebagai akomodasi. 

Seiring dengan pertambahan usia, kemampuan refraksi lensa perlahan-lahan berkurang. 

Selain itu juga terdapat fungsi refraksi, yang mana sebagai bagian optik bola mata untuk memfokuskan sinar ke bintik kuning, lensa menyumbang +18.0- Dioptri.

Itulah tadi penjelasan Kami tentang Anatomi dan Fisiologi Mata.

Anatomi Organ Mata Dalam

Januari 25, 2019 0
Disusun Oleh:
Dama Novantono, A.Md. Kep.
DEFINISI MATA
Mata adalah organ penglihatan yang mendeteksi cahaya.

Yang dilakukan mata yang paling sederhana tak lain hanya mengetahui apakah lingkungan sekitarnya adalah terang atau gelap.

Mata yang lebih kompleks dipergunakan untuk memberikan pengertian visual.

Berikut ini kita akan menjelaskan tentang Anatomi Organ Mata Dalam.

ANATOMI ORGAN MATA DALAM

Bagian-bagian pada organ mata bekerjasama mengantarkan cahaya dari sumbernya menuju ke otak untuk dapat dicerna oleh sistem saraf manusia. 

Kornea
Merupakan bagian terluar dari bola mata yang menerima cahaya dari sumber cahaya. 

Kornea adalah bagian depan mata yang tembus pandang yang menutupi iris dan pupil. 

Bila kornea disentuh maka kelopak mata akan menutup secara refleks. Kornea tidak memiliki pembuluh darah.

Sklera
Merupakan bagian dinding mata yang berwarna putih. 

Tebalnya rata- rata 1 milimeter tetapi pada irensi otot, menebal menjadi 3 milimeter.

Pupil
Dari kornea, cahaya akan diteruskan ke pupil.

Pupil menentukan kuantitas cahaya yang masuk ke bagian mata yang lebih dalam. 
Pupil mata akan melebar jika kondisi ruangan yang gelap, dan akan menyempit jika kondisi ruangan terang. 

Lebar pupil dipengaruhi oleh iris di sekelilingnya.

Iris berfungsi sebagai diafragma. 

Iris inilah terlihat sebagai bagian yang berwarna pada mata. 

Pupil atau anak mata adalah pembukaan di tengah mata. 

Cahaya masuk lewat pupil dan diteruskan melalui lensa mata, yang memusatkan bayangan ke retina. 

Ukuran pupil dikendalikan oleh otot. Bila perlu banyak cahaya, pupil membesar. 

Bila cahaya bertambah terang, pupil bertambah kecil.

Pupil dapat dibandingkan dengan pengatur cahaya pada kamera. Pupil akan lebih jelas terlihat apabila dilihat dengan sebuah mikroskop.

Selaput Pelangi/ Iris
Selaput pelangi atau iris adalah daerah berbentuk gelang pada mata yang dibatasi oleh pupil dan sklera (bagian putih dari mata).

Tekstur visual dari selaput pelangi dibentuk selama perkembangan janin dan menstabilkan diri sepanjang dua tahun pertama dari kehidupan janin. 
Tekstur selaput pelangi yang kompleks membawa informasi sangat unik dan bermanfaat untuk pengenalan pribadi. 

Kecepatan dan ketelitian dari sistem pengenalan berbasis Iris sangat menjanjikan dan sangat memungkinkan untuk digunakan pada sistem identifikasi berskala besar. 

Masing-masing selaput pelangi adalah unik dan seperti sidik jari, tekstur selaput pelangi dari kembar identik adalah berbeda. 

Tekstur dari selaput pelangi sangat sulit untuk dirusak melalui pembedahan. 

Kelemahan dari pengenalan dengan selaput pelangi adalah alat untuk akuisisi data relatif mahal, karena alat akuisisi harus menjamin kenyamanan pengguna dalam memakainya.

Lensa Mata
Lensa mata menerima cahaya dari pupil dan meneruskannya pada retina. 

Fungsi lensa mata adalah mengatur fokus cahaya, sehingga cahaya jatuh tepat pada bintik kuning retina. 
Untuk melihat objek yang jauh (cahaya datang dari jauh), lensa mata akan menipis. 

Sedangkan untuk melihat objek yang dekat (cahaya datang dari dekat), lensa mata akan menebal. 

Lensa mata atau biasa disebut kristalin adalah bagian mata yang terletak di depan kornea. 

Mata berfungsi sebagai pengatur pembaiasan pada mata yang disebabkan oleh aqueus humordi depan lensa.

Retina/ Selaput Jala
Retina adalah bagian mata yang paling peka terhadap cahaya, khususnya bagian retina yang disebut bintik kuning.

Setelah retina, cahaya diteruskan ke saraf optik. 

Retina adalah selapis tipis sel yang terletak pada bagian belakang bola mata vertebrata dan cephalopoda. 

Retina merupakan bagian mata yang mengubah cahaya menjadi sinyal syaraf.

Retina memiliki sel fotoreseptor ("rods" dan "cones") yang menerima cahaya. 

Sinyal yang dihasilkan kemudian mengalami proses rumit yang dilakukan oleh neuron retina yang lain, dan diubah menjadi potensial aksi pada sel ganglion retina. 

Retina tidak hanya mendeteksi cahaya, melainkan juga memainkan peran penting dalam persepsi visual. 

Pada tahap embrio, retina dan syaraf optik berkembang sebagai bagian dari perkembangan luar otak. 

Struktur retina manusia adalah 72% seperti bola dengan diameter sekitar 22 mm. 

Pada bagian tengah retina terdapat cakram optik, yang dikenal sebagai "titik buta" (blind spot) karena tidak adanya fotoreseptor di daerah itu. 

Cakram optik terlihat sebagai area oval berwarna putih berukuran 3 mm2.

Struktur unik pembuluh darah pada retina telah digunakan sebagai identifikasi biometrik. Retina manusia terdiri atas sepuluh lapis. 

Urutan lapisan-lapisan tersebut (ke arah kornea) adalah:
  1. Retinal pigment epithelium (RPE)
  2. Lapisan fotoreseptor segmen dalam dan luar. (Rods/ Cones)
  3. Membran limitans eksterna - Lapisan yang membatasi bagian dalam fotoreseptor dari inti selnya
  4. Lapisan luar inti sel fotoreseptor
  5. Lapisan luar plexiformis - Pada bagian makular, ini dikenal sebagi "Lapisan serat Henle" (Fiber layer of Henle).
  6. Lapisan dalam badan inti
  7. Lapisan dalam plexiformis
  8. Lapisan sel ganglion - Lapisan yang terdiri dari inti sel ganglion dan merupakan asal dari serat syaraf optik.
  9. Lapisan serat syaraf - Yang mengandung akson - okson sel ganglion yang berjalan menuju ke nervus opticus.
  10. Membran limitans interna - Tempat sel-sel Műller berpijak.

Itulah tadi penjelasan Kami tentang Anatomi Organ Mata Dalam.

Anatomi Organ Mata Luar

Januari 25, 2019 0
Disusun Oleh:
Dama Novantono, A.Md. Kep.
DEFINISI MATA
Mata adalah organ penglihatan yang mendeteksi cahaya.

Yang dilakukan mata yang paling sederhana tak lain hanya mengetahui apakah lingkungan sekitarnya adalah terang atau gelap.

Mata yang lebih kompleks dipergunakan untuk memberikan pengertian visual.

Berikut ini kita akan menjelaskan tentang Anatomi Organ Mata Luar.

ANATOMI ORGAN MATA LUAR
Bulu Mata
Bulu mata berfungsi menyaring cahaya yang akan di terima.

Bulu mata, atau lebih tepatnya rambut mata, adalah bagian dari kelopak mata yang berupa helaian rambut-rambut. 

Rambut-rambut ini berfungsi untuk melindungi supaya debu, keringat atau air yang menetes dari dahi tidak masuk ke mata. 

Rambut mata merupakan rambut yang sangat lembut.

Alis Mata
Alis mata berfungsi menahan keringat agar tidak masuk ke bola mata.

Alis mata pada sebagian besar mamalia berupa bagian yang sedikit menonjol sedikit di atas kedua belah kelopak mata dan mempunyai sedikit rambut halus. 

Alis mata berfungsi sebagai pelindung mata yang peka dari tetesan keringat yang jatuh dari bagian dahi, air hujan, atau sinar matahari yang berlebihan.

Bentuk alis mata pada manusia biasanya bagaikan bulan sabit dengan lengkungan agak tajam di bagian pelipis. 

Tidak jarang juga dijumpai orang dengan alis mata bagian kiri dan bagian kanan yang bersambung menjadi satu.

Bentuk alis mata dan arah tumbuh rambut pada alis dimaksudkan agar keringat atau air bisa mengalir ke kening dan jatuh ke pipi, atau ke arah pipi melewati puncak hidung. 

Bentuk tulang dahi pada bagian alis mata juga ikut melindungi mata dari tetesan keringat dan air.

Alis mata juga berfungsi sebagai penahan berbagai macam kotoran yang bisa memasuki mata, seperti pasir, debu, dan ketombe. 

Selain itu rambut pada alis mata juga menambah kepekaan pada kulit untuk merasakan objek asing yang berada di dekat mata, misalnya seranggayang hendak masuk ke mata.

Dalam komunikasi antarmanusia, alis mata merupakan salah satu alat untuk mengungkapkan berbagai ekspresi, seperti takjub, marah, bingung, atau tidak paham.

Kelopak Mata
Kelopak mata adalah lipatan kulit yang lunak yang menutupi dan melindungi mata.

Beberapa penyakit yang terkait dengan kelopak mata antara lain ptosis atau kelopak mata bergantung, yang dalam kebanyakan kasus terjadi apabila otot levator palpebrae tidak cukup kuat untuk menyangga kelopak mata. 

Penanganan atas keadaan patologis ini dapat dilakukan dengan operasi bedah menggunakan anestesi lokal, dan keadaan mata dapat membaik setelah operasi.

Itulah tadi penjelasan Kami tentang Anatomi Organ Mata Luar.

Jumat, 14 Desember 2018

Motorik Perbedaan Individu (Motorik Individual Differences) Dalam Pemberian Asuhan Keperawatan

Desember 14, 2018 0
Disusun Oleh:
Dama Novatono, A.Md. Kep.
Bab 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Individu merupakan kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan bukan sebagai manusia keseluruhan. 

Setiap individu memiliki karateristik yang berbeda-beda atau disebut dengan individual defferences. Perbedaan dalam individu secara umum disebabkan oleh dua faktor, yaitu:
  • faktor bawaan dan 
  • faktor lingkungan. 
Kedua hal tersebut akan membentuk karakter yang berbeda-beda dalam setiap individu yang menyebabkan terjadinya pola pamikiran, pemahaman dan tingkah laku yang berbeda pula dalam setiap individu. 

Hal tersebut adalah hal yang dialami oleh setiap orang termasuk pasien dalam Asuhan Keperawatan di Rumah atau di Rumah Sakit, dimana tidak semua pasisn dapat memahami proses Asuhan Keperawatan yang disampaikan oleh Perawat dengan metode yang sama karena perbedaan dalam pola pemahaman atau daya tangkap yang berbeda.

Perbedaan individu penting dibahas dan dipahami oleh perawat agar para perawat bisa memahami perbedaan dari masing-masing pasien. 

Setiap individu mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, sehingga sering timbulnya permasalahan akibat perbedaan itu. 

Oleh karena itu sebagai seorang perawat hendaknya mampu memahami karakteristik maupun sifat-sifat dari masing-masing individu atau pasiennya. Dengan cara maupun metode tertentu dan mengaplikasikannya langsung dalam Asuhan Keperawatan, sehingga mengetahui perbedaan pasiennya dan bagaimana cara untuk mengatasinya dengan cara-cara yang mudah di tangkap atau di pahami pasiennya.

1.2 Rumusan Masalah
  1. Apa yang dimaksud dengan perbedaan individu?
  2. Apa saja faktor yang mempengaruhi perbedaan individu?
  3. Apa saja jenis-jenis perbedaan individu?
  4. Bagaimana implikasi perbedaan individu dalam proses Asuhan Keperawatan?

1.3 Tujuan
  1. Mengetahui pengertian individual differences.
  2. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan individu.
  3. Mengetahui jenis-jenis perbedaan individu
  4. Mengetahui implikasi perbedaan individu dalam proses Asuhan Keperawatan.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Perbedaan Individu
Pengertian Perbedaan Individu (Individual Different) menurut para ahli adalah sebagai berikut :
  1. Menurut Lindgren (1980) makna perbedaan dan perbedaan individual menyangkut tentang variasi yang terjadi, baik variasi pada aspek fisik dan psikilogis.
  2. Chaplin (1995:244) perbedaan individual adalah sebarang sifat atau perbedaan kuantitatif dalam suatu sifat, yang bisa membedakan satu individu dengan individu lainnya.
  3. Gerry (1963) dalam buku perkembangan peserta didik karya Sunarto dan B. Agung Hartono mengategorikan perbedaan individual seperti berikut:
  • Perbedaan fisik, tingkat dan berat badan, jenis kelamin, pendengaran, penglihatan, dan kemampuan bertindak.
  • Perbedaan sosial termasuk status ekonomi, agama, hubungan keluarga, dan suku.
  • Perbedaan kepribadian termasuk watak, motif, minat, dan sikap.
  • Perbedaan inteligensi dan kemampuan dasar.
  • Perbedaan kecakapan atau kepandaian di sekolah.
Dari beberapa pengertian di atas maka dapat kita peroleh bahwa perbedaan individual adalah hal-hal yang berkaitan dengan Psikologi Pribadi yang menjelaskan perbedaan psikologis maupun fisik antara orang-orang serta berbagai persamaannya.

2.2 Faktor Yang Mempengaruhi Perbedaan Individu
2.2.1 Faktor Bawaan
Faktor bawaan merupakan faktor-faktor biologis yang diturunkan melalui pewarisan genetik orangtua. 

Pewarisan genetik ini dimulai pada saat terjadinya pembuahan, yaitu:
Ketika sel reproduksi perempuan yang disebut ovum dibuahi oleh sel reproduksi laki-laki yang disebut spermatozoon. 

Hal ini terjadi kira-kira 280 hari sebelum lahir. 

Dalam masing-masing sel reproduksi, baik spermatozoa (sel reproduksi pada laki-laki) maupun sel telur atau ovum (sel reproduksi pada perempuan) terdapat 23 pasang kromosom. 

Kromosom adalah partikel sseperti benang yang masing-masing didalamnya terdapat untaian partikel yang sangat kecil, yang disebut gen. Gen inilah pembawa ciri bawaan yang diwariskan orangtua kepada keturunannya (hurlock, 1995).

Menurut Zimbardo dan Gerig (1999), Penyatuan antara sebuah seperma dan sebuah sel telur hanya menghasilkan satu diantara milyaran kemungkinan kombinasi gen. Salah satu kromosom yaitu kromosom sx merupakan pembawa kode gen untuk perkembangan karakteristik fisik laki-laki atau perempuan.

2.2.2 Faktor Lingkungan
Lingkungan menunjuk pada segala sesuatu yang berada diluar diri individu. 

Faktor ini meliputi banyak hal, mulai dari setatus sosial ekonomi orang tua, pola gizi, stimulasi atau rangsangan, pola asuh orangtua, budaya, dan lain sebagainya. 

Berikut ini akan dijelaskan beberapa hal yang termasuk kedalam faktor lingkungan:

STATUS SOSIAL EKONOMI
Status sosial ekonomi orang tua meliputi tingkat pendidikan orang tua, pekerjaan orangtua, penghasialan orang tua. 
Tingkat pendidikan orang tua berbeda satu dengan yang lainnya.

POLA ASUH
Pola asuh orangtua adalah pola perilaku yang digunakan untuk berhubungsn dengsn anak-anak. 
Pola asuh yang diterapkan tiap keluarga berbeda dengan keluarga lainya.

BUDAYA
Budaya merupak pikiran, akal budi, hasil karya manusia, atau dapat di definisikan sebagai adat-istiadat. 
Budaya dan kebudayaan sebagai sebuah rangkaian tindakan dan aktifitas manusia yang berpola dapat dilihat dalam tiga wujud, yaitu:
  1. Wujud pertama adalah wujud ideal dari kebudayaan. 
  2. Wujud kedua adah budaya sebagai suatu aktifitas dan tindakan berpola dari manusia dan masyarakat. 
  3. Wujud ketiga kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia.
URUTAN KELAHIRAN
Walaupun masih terdapat kontroversi, beberapa penelitian membuktikan karakteristik kepribadian seseorang ditentukan salah satunya oleh urutan kelahirannya.

2.3 Jenis-jenis Perbedaan Individu
Menurut Sugihartono dkk, (2007), terdapat beberapa jenis perbedaan individu yang banyak dikaji dalam hubungannya dalam pendidikan dan pembelajaran, yaitu :

2.3.1 Perbedaan jenis kelamin dan gender
Jenis kelamin menunjuk pada perbedaan dari sudut pandang biologis antara individu laki-laki dan perempuan.

Adanya stereotip laki-laki dan perempuan (Bem dalam Sugihartono dkk, 2007)

2.3.2 Perbedaan kemampuan umum dan khusus
Kemampuan umum didefinisikan sebagai prestasi komparatif individu dalam berbagai tugas, termasuk diantaranya kemampuan untuk menyelesaikan dan memecahkan masalah dengan waktu yang terbatas (Sugihartono dkk ,2007), yaitu:
Gifted (individu dengan skor IQ diatas 140)
Mereka memiliki kemungkinan mengalami kesulitan yang serius dalam mengikuti proses pembelajaran.
Retarded (individu dengan skor IQ 70)
Klasifikasi perbedaan individu menurut panel mental retardasi, yaitu :
  • Mild retardation (IQ 50-70), ia mampu memberi keterampilan-keterampilan praktis secara mendadak
  • Moderate (IQ 36-50), tampak lambat dalam beraktifitas seperti berbicara.
  • Savere retardation (IQ 20-36) tingkat perkembangan motorik yang lambat, memiliki kemampuan komunikasi yang sedikit.
  • Profound retardation (IQ <20), memiliki kemampuan sangat minimal dalam fungsi-fungsi.
2.3.3 Perbedaan kepribadian
Merupakan pola perilaku dan cara berpikir seseorang yang khas dalam menentukan penyesuaian diri dengan lingkungannya. 

Kepribadian menjelaskan adanya karakteristik yang membedakan satu individu dengan individu lainya.
Garis-garis besar model kepribadian, antara lain :
A. Model Brigg-Myers, berkembang menjadi Myers-Brigg Type Indicator (MBTI), terdiri dari:
  1. Extraversion vs Introversion, bagaimana seorang individu bersikap dan berperilaku untuk mendapatkan dorongan atau energy berperilaku.
  2. Sensing & Intuttion, bagaimana individu memahami dan suatu informasi baru yang diperolehnya.
  3. Thinking & Feeling, bagaimana individu mengambil keputusan, berdasar logika, prinsip, dan analisis.
  4. Judging & perceptive, pencarian bahan-bahan, menunda tindakan, dan membuat keputusan secara tepat.
2.3.4 Perbedaan gaya belajar
Merupakan pola perilaku yang spesifik pada individu dalam proses menerima informasi baru dan mengembangkan keterampilan baru, serta proses menyimpan informasi atau keterampilan baru tersebut.

Menurut Horney dalam Sugihartono dkk, (2007), terdapat beberapa model / pendekatan dalam belajar:
a. Modalitas belajar
Belajar hanya dengan melihat, mendengar, menyentuh/membentuk atau melakukan aktivitas fisik saja terhadap apa yang sedang dipelajari
b. Belajar dengan otak kiri atau otak kanan
Dominasi otak kanan akan mendekati masalah secara acak dengan pilihan-pilihan visual dan menggambar peta, sedangkan dominasi otak kiri akan mempertimbangkan proses logis, verbal.
c. Belajar sosial
Belajar sendiri, berdua, kelompok atau bentuk lainnya.
d. Lingkungan belajar
Belajar dipengaruhi lingkungan (dipengaruhi suara, dekorasi ruang, waktu pencahayaan dll)
e. Emosi belajar
Motivasi, ketahanan dan tanggung jawab siswa dalam belajar
f. Belajar konkrit dan abstrak
Konkrit memproses informasi dengan membentuk/ menyentuh atau memanipulasinya dengan menghitung uang atau kegiatan lainya secara langsung. 
Abstrak melalui simbol-simbol abstrak dan konsep
g. Belajar global dan analitik
Global belajar dengan mengkategorikan secara luas, mengamati secara komprehensif. Analitik, secara sempit dan mengamati dengan detail
h. Belajar berdasarkan multiple intelligence
Belajar berdasar potensi kecerdasan yang dimilikinya, meliputi:
  1. Kecerdasan Linguistic/ kebahasaan
  2. Kecerdasan Matematik-Logis
  3. Kecerdasan Spasial/ Ruang
  4. Kecerdasan Kinestik-Jasmani/ Gerak Tubuh
  5. Kecerdasan Musikal
  6. Kecerdasan Interpersonal/ hubungan social
2.4 Implikasi Perbedaan Individu dalam Proses Pembelajaran
Perbedaan individu sebagaimana telah diuraikan sebelumnya membawa implikasi terhadap cara perawat mengelolah proses pembelajaran bagi klien di rumah sakit. Dalam system klasikal tidak mudah bagi perawat untuk memperhatikan perbedaan tersebut secara lebih cermat serta menindaklanjutinya dengan pembelajaran. Untuk itu seorang perawat sebaiknya berusaha menemukan adanya perbedaan diantara pasien seawal mungkin sehingga dapat menindak lanjutinya dengan cepat dan tepat.

Salah satu karakteristik penting dalam Asuhan Keperawatan yang efektif adalah ketika proses Asuhan Keperawatan tersebut mampu merespon kebutuhan individual pasien. 

Memang terlalu banyak perbedaan yang ada diantara pasien sementara perawat dituntut untuk mengajar suatu materi (Beban Dari Management Rumah Sakit) dalam waktu yang sama. 

Namun demikian Asuhan Keperawatan memerlukan sensitivitas terhadap perbedaan individu. 

Perawat dapat membuat variasi metode maupun media dalam proses pembelajaran. 

Perawat yang dapat mengakomodasi kebutuhan individual menunjukkan bahwa mereka ingin merangkul seluruh pasien yang di rawat inap dalam seluruh proses pembelajaran. 

Selanjutnya pasien memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk aktif berpartisipasi dalam asuhan keperawatan ketika mereka tahu bahwa perawat mereka mempertimbangkan kebutuhan mereka sebagai individu.

Adapun peran perawat dalam mengatasi perbedaan individu, yaitu sebagai berikut:
  1. Menggunakan pendekatan Asuhan Keperawatan yang fleksibel disertai penggunaan multimedia dan multimetode.
  2. Memahami pilihan gaya belajar pasien kemudian menyediakan lingkungan pelayanan kesehatan yang mendukung gaya pelayanan kesehatan yang baik mereka.
  3. Memperhatikan perbedaan kemampuan pasien.
  4. Memberikan pengalaman-pengalaman asuhan keperawatan yang menggabungkan pilihan cara pemberian asuhan keperawatan, menggunakan metode mangajar, insentif, alat, dan situasi yang direncanakan sesuai dengan pilihan pasien.
  5. Menggunakan kombinasi cooperative learning, pembelajaran individual, dan pembelajaran kelompok, atau antara aktivitas-aktivitas keperawatan yang berpusat pada perawat dengan pembelajaran yang berpusat pada pasien.
  6. Berikan waktu yang cukup untuk memproses dan memahami informasi.
Banyak program Asuhan Keperawatan yang dapat dipilih oleh Perawat sebagai implikasi dari adanya perbedaan individual diantara pasien, khususnya perbedaan kemampuan. 

Dari sekian banyak bentuk program pendidikan yang dapat dipilih, terdapat tiga jenis program yang terbayak dilaksanakan yaitu:
1) Program remedial 
Pemberian layanan keperawatan kepada pasien yang mengalami kesulitan atau hambatan dengan memberikan pelajaran dan atau tugas tambahan secara individual sehingga mereka dapat mengikuti pembelajaran secara klasikal dan menyelesaikan program sesuai dengan waktu yang ditentukan serta mencapai hasil belajar secara optimal.
2) Program pengayaan (Enrichment) 
Memberian pelayanan keperawatan sesuai potensi kecerdasan dan bakat istimewa yang dimiliki pasien, dengan penyediaan kesempatan dan fasilitas kesehatan tambahan yang bersifat perluasan/ pendalaman, setelah yang bersangkutan menyelesaikan hasil pemeriksaan yang diprogramkan untuk pelayanan asuhan keperawatan lainnya.
3) Program percepatan (Acceleration) 
Pemberian pelayanan keperawatan sesuai potensi kecerdasan dan bakat istimewa yang dimiliki oleh pasien, dengan memberi kesempatan kepada mereka untuk dapat menyelesaikan program regular dalam jangka waktu yang lebih singkat dibanding teman-temannya.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Perbedaan individual secara umum adalah hal-hal yang berkaitan dengan psikologi pribadi yang menjelaskan perbedaan psikologis antara orang-orang serta berbagai persamaannya. 

Perbedaan individu mengkaji perbedaan dan persamaan individu secara psikologis dalam lingkungan kesehatan dan pendidikan. 

Faktor penyebab terjadinya perbedaan individu antara lain adalah:
  • faktor bawaan/ heredity dan 
  • faktor lingkungan. 
Perbedaan-perbedaan individual yang nampak diantaranya adalah perbedaan jenis kelamin dan gender, perbedaan kemampuan, perbedaan kepribadian, serta perbedaan gaya belajar. 

Perbedaan-perbedaan individual membawa implikasi terhadap cara guru mengelola proses Asuhan Keperawatan bagi Pasien di Rumah dan/ atau Rumah Sakit. 

Tiga jenis program yang terbayak dilaksanakan yaitu:
  1. Program remidial, 
  2. Program pengayaan (Enrichment), dan 
  3. Program percepatan (Acceleration).
DAFTAR PUSTAKA

Senin, 10 Desember 2018

Pengertian, Sejarah, Jenis Dan Tipe Rumah Sakit Di Indonesia

Desember 10, 2018 0
Disusun Oleh:
Dama Novantono, A.Md. Kep.
PENGERTIAN RUMAH SAKIT
Menurut World Health Organization, Pengertian Rumah Sakit adalah suatu bagian dari organisasi medis dan sosial yang mempunyai fungsi untuk memberikan pelayanan kesehatan lengkap kepada masyarakat, baik kuratif maupun preventif pelayanan keluarnya menjangkau keluarga dan lingkungan rumah. 

Rumah sakit juga merupakan pusat untuk latihan tenaga kesehatan dan penelitian biologi, psikologi, sosial ekonomi dan budaya.

Organisasi rumah sakit merupakan organisasi yang kompleks dan Unik. Kompleks karena terdapat permasalahan yang sangat rumit. 

Unik karena di rumah sakit terdapat suatu proses yang menghasilkan jasa perhotelan sekaligus jasa medis dan perawatan dalam bentuk pelayanan kepada pasien yang rawat inap maupun berobat jalan. 

Rumah sakit merupakan suatu organisasi padat karya dengan latar belakang pendidikan berbeda-beda.

Dalam rumah sakit terdapat berbagai macam fasilitas pengobatan dan berbagai macam peralatan. 

Orang yang dihadapi di rumah sakit adalah orang-orang beremosi labil dan emosional karena sedang dalam keadaan sakit, termasuk keluarga pasien.

Oleh karena itu, pelayanan rumah sakit jauh lebih kompleks dari pada hotel.

Rumah sakit merupakan industri pada modal dan padat karya (padat sumber daya) serta padat teknologi.

Sumber daya manusia merupakan komponen utama proses pelayanan dalam rumah sakit. 

Jenis produk atau jasa rumah sakit dapat berupa:
  • private goods (pelayanan dokter, keperawatan farmasi, gizi), 
  • public goods (layanan parkir, front office, cleaning service, house keeping, laundry) dan 
  • externality (imunisasi).
SEJARAH RUMAH SAKIT DAN KOMITE ETIK RUMAH SAKIT (KERS)
1. SEJARAH RUMAH SAKIT
1.1 Awal Mula Sejarah Rumah Sakit Itu Ada
Dalam sejarah kuno, kepercayaan dan pengobatan berhubungan sangat erat. Salah satu contoh institusi pengobatan tertua adalah kuil Mesir. 

Kuil Asclepius di Yunani juga dipercaya memberikan pengobatan kepada orang sakit, yang kemudian juga diadopsi bangsa Romawi sebagai kepercayaan. 

Kuil Romawi untuk Æsculapius dibangun pada tahun 291 SM di tanah Tiber, Roma dengan ritus-ritus hampir sama dengan kepercayaan Yunani.

Institusi yang spesifik untuk pengobatan pertama kali, ditemukan di India.

Rumah sakit Brahmanti pertama kali didirikan di Sri Lanka pada tahun 431 SM, kemudian Raja Ashoka juga mendirikan 18 rumah sakit di Hindustan pada 230 SM dengan dilengkapi tenaga medis dan perawat yang dibiayai anggaran kerajaan.

Rumah sakit pertama yang melibatkan pula konsep pengajaran pengobatan, dengan mahasiswa yang diberikan pengajaran oleh tenaga ahli, adalah Akademi Gundishapur di Kerajaan Persia.

Bangsa Romawi menciptakan valetudinaria untuk pengobatan budak, gladiator, dan prajurit sekitar 100 SM.

Adopsi kepercayaan Kristiani turut memengaruhi pelayanan medis di sana. 

Konsili Nicea I pada tahun 325 memerintahkan pihak Gereja untuk juga memberikan pelayanan kepada orang-orang miskin, sakit, janda, dan musafir. 

Setiap satu katedral di setiap kota harus menyediakan satu pelayanan kesehatan.

Salah satu yang pertama kali mendirikan adalah Saint Sampson di Konstantinopel dan Brasil, bishop of Caesarea. 

Bangunan ini berhubungan langsung dengan bagunan gereja, dan disediakan pula tempat terpisah untuk penderita lepra.

Rumah sakit abad pertengahan di Eropa juga mengikuti pola tersebut.

Di setiap tempat peribadahan biasanya terdapat pelayanan kesehatan oleh pendeta dan suster (Frase Perancis untuk rumah sakit adalah hôtel-Dieu, yang berarti "hostel of God.").

Namun beberapa di antaranya bisa pula terpisah dari tempat peribadahan. Ditemukan pula rumah sakit yang terspesialisasi untuk penderita lepra, kaum miskin, atau musafir.

Rumah sakit dalam sejarah Islam memperkenalkan standar pengobatan yang tinggi pada abad 8 hingga 12.

Rumah sakit pertama dibangun pada abad 9 hingga 10 mempekerjakan 25 staff pengobatan dan perlakuan pengobatan berbeda untuk penyakit yang berbeda pula.

Rumah sakit yang didanai pemerintah muncul pula dalam sejarah Tiongkok pada awal abad 10.

Perubahan rumah sakit menjadi lebih sekuler di Eropa terjadi pada abad 16 hingga 17.

Tetapi baru pada abad 18 rumah sakit modern pertama dibangun dengan hanya menyediakan pelayanan dan pembedahan medis. Inggris pertama kali memperkenalkan konsep ini.

Guy's Hospital didirikan di Londonp ada 1724 atas permintaan seorang saudagar kaya Thomas Guy. 

Rumah sakit yang dibiayai swasta seperti ini kemudian menjamur di seluruh Inggris Raya. Di koloni Inggris di Amerika kemudian berdiri Pennsylvania General Hospital di Philadelphia pada 1751.

Setelah terkumpul sumbangan £2,000, di Eropa Daratan biasanya rumah sakit dibiayai dana publik.

Namun secara umum pada pertengahan abad 19 hampir seluruh negara di Eropa dan Amerika Utara telah memiliki keberagaman rumah sakit.

1.2 Sejarah Rumah Sakit Di Indonesia
Sejarah perkembangan rumah sakit di Indonesia pertama sekali didirikan oleh VOC tahun 1626 dan kemudian juga oleh tentara Inggris pada zaman Raffles terutama ditujukan untuk melayani anggota militer beserta keluarganya secara gratis. 

Jika masyarakat pribumi memerlukan pertolongan, kepada mereka juga diberikan pelayanan gratis. Hal ini berlanjut dengan rumah sakit-rumah sakit yang didirikan oleh kelompok agama. Sikap karitatif ini juga diteruskan oleh rumah sakit CBZ di Jakarta.

Rumah sakit ini juga tidak memungut bayaran pada orang miskin dan gelandangan yang memerlukan pertolongan. Semua ini telah menanamkan kesan yang mendalam di kalangan masyarakat pribumi bahwa pelayanan penyembuhan di rumah sakit adalah gratis. Mereka tidak mengetahui bahwa sejak zaman VOC, orang Eropa yang berobat di rumah sakit VOC (kecuali tentara dan keluarganya) ditarik bayaran termasuk pegawai VOC.

Komite Etik Rumah Sakit (KERS), dapat dikatakan sebagai suatu badan yang secara resmi dibentuk dengan anggota dari berbagai disiplin perawatan kesehatan dalam rumah sakit yang bertugas untuk menangani berbagai masalah etik yang timbul dalam rumah sakit.

2. KOMITE ETIK RUMAH SAKIT (KERS)
KERS dapat menjadi sarana efektif dalam mengusahakan saling pengertian antara berbagai pihak yang terlibat seperti dokter, pasien, keluarga pasien dan masyarakat tentang berbagai masalah etika hukum kedokteran yang muncul dalam perawatan kesehatan di rumah sakit. 

Ada tiga fungsi KERS ini yaitu:
  1. Pendidikan, 
  2. Penyusun kebijakan dan 
  3. Pembahasan kasus. 
Jadi salah satu tugas KERS adalah menjalankan fungsi pendidikan etika. 

Dalam rumah sakit ada kebutuhan akan kemampuan memahami masalah etika, melakukan diskusi multidisiplin tentang kasus mediko legal dan dilema etika biomedis dan proses pengambilan keputusan yang terkait dengan permasalahan ini. Dengan dibentuknya KERS, pengetahuan dasar bidang etika kedokteran dapat diupayakan dalam institusi dan pengetahuan tentang etika diharapkan akan menelurkan tindakan yang profesional etis.

Komite tidak akan mampu mengajari orang lain, jika ia tidak cukup kemampuannya. 

Oleh sebab itu tugas pertama komite adalah meningkatkan pengetahuan anggota komite.

Etika kedokteran dewasa ini berkembang sangat pesat. 

Di Indonesia etika kedokteran relatif baru dan yang berminat tidak banyak sehingga lebih sulit mencari bahan bacaan yang berkaitan dengan hal ini.

Pendidikan bagi anggota komite dapat dilakukan dengan belajar sendiri, belajar berkelompok, dan mengundang pakar dalam bidang agama, hukum, sosial, psikologi, atau etika yang mendalami bidang etika kedokteran. 

Para anggota komite setidaknya harus menguasai berbagai istilah/ konsep etika, proses analisis dan pengambilan keputusan dalam etika. 

Pengetahuan tentang etik akan lebih mudah dipahami jika ia diterapkan dalam berbagai kasus nyata. 

Semakin banyak kasus yang dibahas, akan semakin jelaslah bagi anggota komite bagaimana bentuk tatalaksana pengambilan keputusan yang baik. 

Pendidikan etika tidak terbatas pada pimpinan dan staf rumah sakit saja. Pemilik dan anggota yayasan, pasien, keluarga pasien, dan masyarakat dapat diikutsertakan dalam pendidikan etika. 

Pemahaman akan permasalahan etika akan menambah kepercayaan masyarakat dan membuka wawasan mereka bahwa rumah sakit bekerja untuk kepentingan pasien dan masyarakat pada umumnya. 

Selama ini dalam struktur rumah sakit di Indonesia dikenal subkomite/ panitia etik profesi medik yang merupakan struktur dibawah komite medik yang bertugas menangani masalah etika rumah sakit. Pada umumnya anggota panitia ini adalah dokter dan masalah yang ditangani lebih banyak yang berkaitan dengan pelanggaran etika profesi. 

Mengingat etika kedokteran sekarang ini sudah berkembang begitu luas dan kompleks maka keberadaan dan posisi panitia ini tidak lagi memadai. 

Rumah sakit memerlukan tim atau komite yang dapat menangani masalah etika rumah sakit dan tanggung jawab langsung kepada direksi. Komite memberikan saran di bidang etika kepada pimpinan dan staf rumah sakit yang membutuhkan. 

Keberadaan komite dinyatakan dalam struktur organisasi rumah sakit dan keanggotaan komite diangkat oleh pimpinan rumah sakit atau yayasan rumah sakit.

Proses pembentukan KERS ini, rumah sakit memulainya dengan membentuk tim kecil yang terdiri dari beberapa orang yang memiliki kepedulian mendalam dibidang etika kedokteran, bersikap terbuka dan memiliki semangat tinggi. 

Jumlah anggota disesuaikan dengan kebutuhan dan keanggotaan komite bersifat multi disiplin meliputi:
  • dokter (merupakan mayoritas anggota) dari berbagai spesialisasi, 
  • perawat, 
  • pekerja sosial, 
  • rohaniawan, 
  • wakil administrasi rumah sakit, 
  • wakil masyarakat, 
  • etikawan, 
  • dan ahli hukum.
JENIS-JENIS RUMAH SAKIT
1. Rumah sakit umum
Melayani hampir seluruh penyakit umum, dan biasanya memiliki institusi perawatan darurat yang siaga 24 jam (ruang gawat darurat) untuk mengatasi bahaya dalam waktu secepatnya dan memberikan pertolongan pertama.

Rumah sakit umum biasanya merupakan fasilitas yang mudah ditemui di suatu negara, dengan kapasitas rawat inap sangat besar untuk perawatan intensif ataupun jangka panjang. 

Rumah sakit jenis ini juga dilengkapi dengan fasilitas bedah, bedah plastik, ruang bersalin, laboratorium, dan sebagainya. Tetapi kelengkapan fasilitas ini bisa saja bervariasi sesuai kemampuan penyelenggaranya.

Rumah sakit yang sangat besar sering disebut Medical Center (pusat kesehatan), biasanya melayani seluruh pengobatan modern.

Sebagian besar rumah sakit di Indonesia juga membuka pelayanan kesehatan tanpa menginap (rawat jalan) bagi masyarakat umum (klinik). Biasanya terdapat beberapa klinik/ poliklinik di dalam suatu rumah sakit.

2. Rumah sakit penelitian/ pendidikan
Rumah sakit penelitian/ pendidikan adalah rumah sakit umum yang terkait dengan kegiatan penelitian dan pendidikan di fakultas kedokteran pada suatu universitas/ lembaga pendidikan tinggi. 

Biasanya rumah sakit ini dipakai untuk pelatihan dokter-dokter muda, uji coba berbagai macam obat baru atau teknik pengobatan baru. 

Rumah sakit ini diselenggarakan oleh pihak universitas/ perguruan tinggi sebagai salah satu wujud pengabdian masyarakat/ Tri Dharma perguruan tinggi.

3. Rumah sakit terspesialisasi
Jenis ini mencakup trauma center, rumah sakit anak, rumah sakit manula, atau rumah sakit yang melayani kepentingan khusus seperti psychiatric (psychiatric hospital), penyakit pernapasan, dan lain-lain.

Rumah sakit bisa terdiri atas gabungan atau pun hanya satu bangunan.

4. Rumah sakit lembaga/ perusahaan
Rumah sakit yang didirikan oleh suatu lembaga/ perusahaan untuk melayani pasien-pasien yang merupakan anggota lembaga tersebut/ karyawan perusahaan tersebut. 

Alasan pendirian bisa karena penyakit yang berkaitan dengan kegiatan lembaga tersebut (misalnya rumah sakit militer, lapangan udara), bentuk jaminan sosial/ pengobatan gratis bagi karyawan, atau karena letak/ lokasi perusahaan yang terpencil/ jauh dari rumah sakit umum. 

Biasanya rumah sakit lembaga/ perusahaan di Indonesia juga menerima pasien umum dan menyediakan ruang gawat darurat untuk masyarakat umum.
5. Klinik
Fasilitas medis yang lebih kecil yang hanya melayani keluhan tertentu.

Biasanya dijalankan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat atau dokter-dokter yang ingin menjalankan praktik pribadi. Klinik biasanya hanya menerima rawat jalan. Bentuknya bisa pula berupa kumpulan klinik yang disebut poliklinik.

Sebuah klinik (atau rawat jalan klinik atau klinik perawatan rawat jalan) adalah fasilitas perawatan kesehatan yang dikhususkan untuk perawatan pasien rawat jalan.

Klinik dapat dioperasikan, dikelola dan didanai secara pribadi atau publik, dan biasanya meliputi perawatan kesehatan primer kebutuhan populasi di masyarakat lokal, berbeda dengan rumah sakit yang lebih besar yang menawarkan perawatan khusus dan mengakui pasien rawat inap untuk menginap semalam.

TIPE-TIPE RUMAH SAKIT
Pelayanan RS di Indonesia saat ini sudah bersifat padat modal, padat karya, dan padat teknologi dalam menghadapi persaingan global. Dalam hal rujukan medik, RS juga diandalkan untuk memberikan pengayoman medik (pusat rujukan) untuk pusat-pusat pelayanan yang ada di wilayah kerjanya. Sifat pengayoman sangat erat kaitannya dengan klasifikasi Rumah Sakit.

Ada empat jenis RS berdasarkan klasifikasi Rumah Sakit di Indonesia yaitu kelas A, B, C, dan D.

Dan berubahnya RS kelas A dan B menjadi RS seadanya, bahkan ada yang menjadi Perusahaan Jawatan (Perjan), menejemen klasik RS di Indonesia sudah pasti mengalami perubahan. 

Perubahan dalam hal peningkatan profesionalisme staf, tersedianya peralatan yang lebih canggih, dan lebih sempurnanya sistem administrasi RS yang akan bermanfaat untuk peningkatan mutu pelayanan kesehatan RS.

Rumah sakit berdasarkan kemampuan yang dimilikinya dibagi menjadi lima macam jenis, yaitu:
1. Ramah Sakit Tipe A
Merupakan rumah sakit yang mampu memberikan pelayanan kedokteran spesialis dan subspesialis luas, serta dijadikan tempat pelayanan rujukan tertinggi oleh pemerintah.

2. Ramah Sakit Tipe B
Merupakan rumah sakit yang mampu memberikan pelayanan kedokteran spesialis dan subspesialis terbatas, serta biasanya didirikan di setiap ibukota provinsi guna menampung rujukan dari RS kabupaten.

3. Ramah Sakit Tipe C
Merupakan rumah sakit yang memberikan pelayanan kedokteran spesialis terbatas misalnya pelayanan penyakit dalam, pelayanan penyakit bedah, pelayanan kesehatan anak serta pelayanan kebidanan dan kandungan.

4. Ramah Sakit Tipe D
Merupakan rumah sakit transisi yang akan ditingkatkan menjadi rumah sakit tipe C dan hanya memberikan pelayanan kedokteran umum dan kedokteran gigi.

5. Ramah Sakit Tipe E
Merupakan rumah sakit khusus yang hanya menyediakan satu macam pelayanan kedokteran.

KESIMPULAN
Dalam memberikan pelayanan kepada pasien, keselamatan pasien merupakan prioritas utama rumah sakit tanpa membedakan segmen tersebut. 

Dan dalam melaksanakan fungsi sosial seperti tersebut dalam di atas, setiap rumah sakit dengan antara lain menyediakan fasilitas untuk merawat penderita yang tidak/ kurang mampu sesuai peraturan yang berlaku. 

Selain itu, dalam fungsi sosial tersebut, rumah sakit berpartisipasi dalam penanggulangan bencana alam nasional atau lokal dan melakukan misi kemanusiaan rumah sakit.
☆☆☆☆☆